ELASTISITAS
A.
STANDAR
KOMPETENSI
Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam
cakupan mekanika benda titik
B.
KOMPETISI
DASAR
Menganalisis pengaruh gaya pada sifat elastisitas bahan
Menganalisis pengaruh gaya pada sifat elastisitas bahan
C.
MATERI
PEMBELAJARAN
1.
Pengertian sifat elastis
Elastis
adalah kemampuan suatu benda untuk kembali ke bentuk awalnya segera setelah
gaya luar yang diberikan kepada benda itu dihilangkan (dibebaskan).
Istilah
elastisitas mungkin sudah tidak asing lagi di telinga teman – teman.
Dalam pelajaran ekonomi teman – teman juga mengenal elstisitas, tetapi
elastisitas salam fisika tentu berbeda dengan elastisitas dalam ekonomi.
Dalam fisika sifat benda dibedakan menjadi dua, yaitu sifat plastis dan sifat elastis. Sifat plastis yaitu sifat benda yang tidak bisa kembali kebentuk semula setelah gaya luar yang diberikan pada benda tersebut dihilangkan. Sedangkan Elastisitas diartikan sebagai sifat suatu bahan atau kemampuan suatu benda untuk kembali kebentuk semula setelah gaya luar yang diberikan kepada benda itu dihilangkan.
Dalam fisika sifat benda dibedakan menjadi dua, yaitu sifat plastis dan sifat elastis. Sifat plastis yaitu sifat benda yang tidak bisa kembali kebentuk semula setelah gaya luar yang diberikan pada benda tersebut dihilangkan. Sedangkan Elastisitas diartikan sebagai sifat suatu bahan atau kemampuan suatu benda untuk kembali kebentuk semula setelah gaya luar yang diberikan kepada benda itu dihilangkan.
Contoh
elastisitas dalam kehidupan sehari – hari :
·
Anak-anak yang sedang bermain ketapel
menaruh batu kecil pada karet ketapel dan menarik karet tersebut sehingga
bentuk karet berubah. Ketika anak tersebut melepaskan tarikannya, karet
melontarkan batu kedepan dan karet ketapel segera kembali kebentuk awalnya.
·
Pegas yang ditarik kemudian dilepaskan
maka pegas akan kembali ke bentuk semula.
Jika benda elastis diberi gaya dan gaya tersebut dihilangkan tetapi benda
tidak dapat kembali kebentuk semula, maka dikatakan benda tersebut telah
melewati batas elastis. Batas elastis diartikan sebagai jumlah maksimum
tegangan yang dialami oleh suatu bahan untuk kembali ke bentuk awalnya. Batas
elastis bergantung pada jenis bahan yang digunakan . Jika pada batas elastis
benda terus menerus diberi gaya maka benda akan putus atau patah.
2.
Pengertian sifat plastis
Plastis adalah benda tidak dapat kembali kebentuk aσwalnya segera setelah gaya luar dihilangkan.
Plastis adalah benda tidak dapat kembali kebentuk aσwalnya segera setelah gaya luar dihilangkan.
3.
Tegangan
Tegangan tarik σ didefinisikan sebagai hasil bagi antara gaya tarik F yang dialami kawat dengan luas penampangnya (A).ketika sebuah benda diberi gaya pada salah satu ujungnya dan ujung yang lain ditahan. Maka benda tersebut akan mengalami pertambahan panjang. Dalam fisika dikatakan benda mengalami tegangan atau stress. Misalnya seutas kawat dengan luas penampang A dan panjang awal Lo kemudian kawat ditarik dengan gaya sebesar F pada salah satu ujungnya dan ujung yang lain ditahan maka kawat aka mengalami ertambahan panjang sebesar ΔL. Gaya tarik ini menyebabkan, kawat mengalami tegangan tarik σ. Tegangan didefinisikan sebagai hasil bagi antara gaya tarik (F) yang dialamikawat dengan luas penampangnya (A).
Tegangan tarik σ didefinisikan sebagai hasil bagi antara gaya tarik F yang dialami kawat dengan luas penampangnya (A).ketika sebuah benda diberi gaya pada salah satu ujungnya dan ujung yang lain ditahan. Maka benda tersebut akan mengalami pertambahan panjang. Dalam fisika dikatakan benda mengalami tegangan atau stress. Misalnya seutas kawat dengan luas penampang A dan panjang awal Lo kemudian kawat ditarik dengan gaya sebesar F pada salah satu ujungnya dan ujung yang lain ditahan maka kawat aka mengalami ertambahan panjang sebesar ΔL. Gaya tarik ini menyebabkan, kawat mengalami tegangan tarik σ. Tegangan didefinisikan sebagai hasil bagi antara gaya tarik (F) yang dialamikawat dengan luas penampangnya (A).
Tegangan = gaya / luas
σ = F/ A
Tegangan
merupakan besaran skalar dan sesuai persamaan di atas memiliki satuanm Nm-2
Atau pascal (Pa).
tegangan = gaya/luas atau σ = F/A
Keterangan: σ = tegangan (N m-2)
F = gaya (N)
A = luas penampang (m2)
4.
Regangan
Regangan e didefinisikan sebagai hasil bagi antara pertambahan panjang ∆L dengan panjang awal L.
Regangan e didefinisikan sebagai hasil bagi antara pertambahan panjang ∆L dengan panjang awal L.
jika
gaya yang diberikan pada kawat dihilangkan maka kawat akan kembali ke bentuk
semula. Perbandingan antara pertambahan panjang kawat pertambahan panjang ΔL
dengan panjang awal Lo disebut regangan.
Regangan = pertambahan panjang / panjang mula-mula
e
= ΔL / Lo
Karena pertambahan panjang ΔL dan panjang awal L adalah besaran yang sama, maka sesuai persamaan di atas regangan e tidak memiliki satuan atau dimensi.
Regangan = (pertambahan panjang)/(panjang awal) atau e = ∆L/L
Keterangan : e = regangan
∆L= pertambahan panjang (m)
L = panjang (m)
5.
Modulus
Modulus
Elastis didefinisikan sebagai perbandingan antara tegangan dan regangan yang
dialami bahan.
Modulus Elastisitas = tegangan/regangan
atau E = σ/e
Keterangan : E = Modulus Elastisitas Nm-2
e = regangan
σ = tegangan
4. Hubungan antara gaya tarik F dengan Modulus Elastis :
E = σ/e (F/A)/(∆L/L)
F/A = E ∆L/L
Keterangan : E = Modulus Elastisitas Nm-2
e = regangan
σ = tegangan
4. Hubungan antara gaya tarik F dengan Modulus Elastis :
E = σ/e (F/A)/(∆L/L)
F/A = E ∆L/L
6.
Hukum Hooke
Benda
elastisitas juga memiliki batas elastisitas tertentu. Andaikan benda elastis
diberi gaya tertentu dan kemudian dilepaskan. Jika bentuk benda tidak kembali
ke bentuk semula, berarti berarti gaya yang diberikan telah melewati batas
elastisitasny. Keadaan itu juga dinamakan keadaan plastis.
Jika kita
menarik ujung pegas, sementara ujung yang lain terikat tetap, pegas akan
bertambah panjang. Jika pegas kita lepaskan, pegas akan kembali ke posisi semula
akibat gaya pemulih
.
Pertambahan
panjang pegas saat diberi gaya akan sebanding dengan besar gaya yang
diberikan. Hal ini sesuai dengan hukum Hooke, yang menyatakan bahwa:
“ jika
gaya tarik tidak melampaui batas elastisitas pegas, maka perubahan panjang
pegas berbanding lurus dengan gaya tariknya”
Gambar 4.
Pengaruh Gaya (F) Terhadap Perubahan Panjang Pegas (ΔL)
Besar gaya
pemulih
sama dengan besar gaya
yang diberikan, yaitu
,tetapi
arahnya berlawanan:
Berdasarkan
hukum Hooke, besar gaya pemulih pada pegas yang ditarik sepanjang
adalah : Fr = -kΔL
dengan k
adalah konstanta yang berhubungan dengan sifat kekakuan pegas.
Persamaan
tersebut merupakan bentuk matematis hukum Hooke. Dalam SI, satuan k
adalah
. Tanda negatif pada
persamaan menunjukkan bahwa gaya pemulih berlawanan arah dengan simpangan
pegas.
7.
Percobaan hukum Hooke bertujuan untuk
menyelidiki hubungan antara gaya dengan pertambahan panjang.Hukum Hooke untuk
susunan pegasSusunan seri. Untuk memudahkan pembahasan, diambil pegaspegas yang
tetapan pegasnya sama. Rumus dasar yang digunakan adalah rumus modulus Young
dan Hukum Hooke K = EA/∆X Jadi, tetapan pegas berbanding lurus dengan luas
penampang pegas A, modulus Young E, dan berbanding terbalik dengan panjang
pegas X. Persamaan ini menyatakan tetapan pegas tunggal. Jika dua buah pegas
disusun secara seri ,maka panjang pegas menjadi 2X. Oleh karena itu, persamaan
pegasnya (ks) menjadi seperti berikut
ks
= EA/2X = 1/2 ( EA/∆X ) = 1/2 k
Jadi,
bila 2 pegas yang tetapan pegasnya sama dirangkaikan secara seri, maka susunan
ini akan memberi tetapan pegas susunan sebesar 1/2 k Sedangkan untuk n pegas
yang tetapannya sama dan disusun seri, maka berlaku persamaan berikut
ks
= k/n
Susunan
paralel bila pegas disusun paralel, maka panjang pegas (X) tetap. Sedangkan
luas penampang pegas berubah dari A menjadi 2A, bila pegas yang disusun
sebanyak dua buah. Jadi, untuk dua buah pegas yang disusun secara paralel,
tetapan pegasnya (kp) menjadi seperti berikut.
kp
= (E ( 2A ))/X = 2 ( EA/X ) = 2k
Bila
ada n pegas yang tetapan pegasnya sama disusun secara paralel, maka akan
menghasilkan pegas yang lebih kuat. Karena tetapan pegasnya menjadi lebih
besar.
kp
= nk
Postingan nya bagus dan sangat bermanfaat sekali menambah referensi saya tentang materi ini,terima kasih yaa
BalasHapusPostingannya bagus.. terus posting bahan ajar fisika lainnya ya.. untuk menambah wawasan. ;)
BalasHapusAss.. materi yang sudah bagus dan lengkap,,
BalasHapusDan bisa dijadikan tambahan referensi saya dan yg lainnya. Terima kasih
postingan ini sangat membantu karena didalam materi yang disajikan sangat jelas
BalasHapusPostingannya sangat membantu, trimakasih..
BalasHapusmaterinya cukup jelas dan mudah di pahami pembaca.
BalasHapuspostinggannya sudah bgus dan bermanfaat
BalasHapussedikit sran aja ya mbak, tolong di tambahkan referensi ya. terima kasih
BalasHapuspostingannya bermanfaat dan menarik, tingkatkan lagi ya. terima kasih
BalasHapusbahan ajarnya sudah bagus, tambahkan contoh soal dan kesimpulan yaa :)
BalasHapuspostingannya sudah bagus,,,sedikit saran,,untuk postingan yang seperti ini tolong tambahkan tujuan dan referensi nya ya,,
BalasHapusterima kasih :)
postingannya bermanfaat, di tunggu postingan berikutnya mbak
BalasHapusPostingan yang bermanfaat makasih informasinya :)
BalasHapusmateri nya sudah bagus dan sangat menambah pengetahuan saya untuk mempelajari materi elastisitas kembali. terimakasih ;)
BalasHapus